Strategi Cicilan KPR Tetap Ringan Sampai Selesai

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tidak ingin cicilan KPR-nya ringan selama tenor berlangsung. Rasanya semua orang pasti menginginkannya. Sayang, banyak yang belum tahu bagaimana cara mewujudkan hal tersebut.

Padahal sebenarnya ada dua cara yang dianggap cukup ampuh untuk menjaga cicilan KPR ringan. Apa saja itu?

Refinancing KPR

Diartikan sebagai pembiayaan ulang, refinancing adalah mengubah atau mengganti struktur pinjaman lama dengan yang baru. Hal ini dilakukan agar memperoleh suku bunga atau jumlah angsuran yang lebih kecil.

Apabila mengajukan refinancing, jaminan yang berlaku adalah rumah yang sudah dicicil. Lalu bagaimana prasyarat untuk mengajukan refinancing?

Untuk mengajukan refinancing sebaiknya dilakukan satu tahun setelah membeli rumah. Karena umumnya, dalam kurun waktu setahun akan terlihat peningkatan harga jual dibandingkan dari harga sebelumnya.

(Cek Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga rumah per kuartal di berbagai lokasi favorit)

Refinancing juga bisa dilakukan apabila debitur membutuhkan pinjaman dana baru untuk renovasi rumah atau kebutuhan mendesak lainnya, di saat belum bisa mengajukan kredit ke lembaga lain.

Perhitungan Refinancing

Salah satu alasan utama seseorang melakukan refinancing adalah saat suku bunga KPR yang berlaku terlalu tinggi dan memberatkan keuangan. Di satu sisi, bunga yang tersedia saat ini lebih rendah.

Sehingga dengan melakukan refinancing, debitur bisa menurunkan bunga sehingga cicilan yang di setorkan tiap bulan ikut turun. Baca juga: Cara Menghitung Bunga KPR

Contohnya kasusnya seperti ini, Boy memiliki KPR senilai Rp600 juta dengan tenor 10 tahun alias 120 bulan dan bunga 10%. Dengan skema itu, saat ini ia memiliki kewajiban cicilan senilai Rp4.950.000 per bulan.

Dengan melakukan refinancing, ia pun mendapat bunga terkini lebih rendah yakni 9% sehingga kewajiban cicilan KPR ringan dan berubah menjadi Rp4.545.000.

Coba saja hitung, dengan menghemat Rp405.000 selama 5 tahun atau 60 bulan, Boy sudah menyimpan uang senilai Rp24.300.000. Lumayan, bukan?


Komentar