Ini 10 Kota Termacet di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam temuan lembaga riset Inrix, tingkat kemacetan kota-kota di dunia mengalami kenaikan.

Peningkatan kemacetan ini juga terjadi pada kota-kota di Indonesia yang disurvei Inrix sepanjang 2017.

Tidak mengejutkan, kota-kota tersebut kebanyakan adalah ibu kota dari masing-masing provinsi yang mewakilinya.

Inrix mengumpulkan data dari 1.360 kota di 38 negara yang mencakup lebih dari 250.000 kilometer persegi jalan dan berfokus pada kemacetan di seluruh sepanjang hari dan minggu.

Traffic Scorecard 2017 mengadopsi metodologi yang sama dengan 2016 dengan menyediakan wawasan tentang skala dan dampak kemacetan pada waktu yang berbeda.

Misalnya kemacetan saat jam sibuk terutama memengaruhi komuter, sementara kemacetan selama seharian penuh cenderung lebih banyak memengaruhi bisnis.

 

Kondisi lalu lintas di jalur menuju Pintu Tol Pasteur, Bandung, Sabtu (13/6/2015).
Kondisi lalu lintas di jalur menuju Pintu Tol Pasteur, Bandung, Sabtu (13/6/2015). HBA/Kompas.com

Berikut daftar 10 kota termacet di Indonesia.

 

1. Jakarta

Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia, Jakarta berada di posisi teratas sebagai kota dengan jaringan jalan paling padat.

Jakarta bahkan berada pada daftar 25 kota-kota termacet di dunia yang peringkatnya naik ke posisi 12 dibandingkan 2016 pada posisi 22.

Lama waktu yang dihabiskan pengendara ketika macet mencapai 63 jam dalam setahun. 
Perbedaan waktunya hanya 1 jam lebih singkat dibandingkan Bangkok yang pada 2017 mengalami penurunan lama kemacetan dibandingkan 2016.

Selain itu, berdasarkan persentase, rata-rata waktu yang dihabiskan pengendara saat macet adalah 20 persen.

2. Bandung

Menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Bandung menduduki posisi kedua kota paling macet di Indonesia setelah Jakarta.

Lama waktu kemacetan di Bandung juga mengalami peningkatan dibanding 2016, yaitu mencapai 46 jam dalam setahun.

 

Antrean kendaraan di Jalan Dr. Djunjunan pasca banjir akibat hujan lebat, Senin (24/10/2016).
Antrean kendaraan di Jalan Dr. Djunjunan pasca banjir akibat hujan lebat, Senin (24/10/2016). KOMPAS.com/Dendi Ramdhani

Secara keseluruhan, lama waktu pengendara terjebak kemacetan mencapai 22 persen. Sedangkan pada hari biasa di luar jam sibuk, persentasenya 24 persen. Pada saat jam sibuk, persentase kemacetan naik menjadi 27 persen.

3. Malang

Tingkat kemacetan di Malang mengalahkan Surabaya yang menjadi Ibu Kota di Jawa Timur. 
Kota kedua terbesaar di Jawa Timur ini bahkan duduk sebagai kota ketiga dengan tingkat kemacetan terparah di Indonesia.

Pengendara harus menghabiskan waktu selama 45 jam dalam setahun di tengah macet dengan persentase keseluruhan 23 persen.

Pada jam sibuk, kemacetan naik menjadi 27 persen dibandingkan di luar jam sibuk yaitu 24 persen.

4. Yogyakarta

Kota dengan julukan Kota Pelajar ini menduduki posisi ke-4 sebagai kota paling macet di Indonesia.

Tingkat kemacetan di Yogyakarta ini setara dengan Malang, di mana pengendara harus menghabiskan waktu 45 jam terjebak di jalan dalam setahun.

Selain itu, secara persentase, waktu kemacetan di Yogyakarta mencapai 24 persen. Pada jam sibuk dan di luar jam sibuk, perbandingan persentasenya adalah 27 persen dan 26 persen.

5. Padang

Sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat, Padang muncul di peringkat ke-5 kota paling macet, mengalahkan Medan yang sama-sama berada di Pulau Sumatera.

Pengendara harus terjebak selama 45 jam dalam setahun di jalanan Padang dengan rata-rata persentasenya 24 persen.

Pada jam sibuk, tingkat kemacetan melonjak sampai 29 persen melebihi Jakarta yang hanya 24 persen. Sedangkan di luar jam sibuk, tingkat kemacetan rata-rata 26 persen.

6. Medan

Dengan sejumlah industri yang membangun pabrik di Medan, kemacetan tentu sulit dihindari. Ibu Kota Sumatera Utara ini tercatat sebagai kota ke-6 termacet di Indonesia.

 

Salah satu bentuk rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat berlalu lintas di Kota Medan, Sabtu (20/5/2017)
Salah satu bentuk rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat berlalu lintas di Kota Medan, Sabtu (20/5/2017) KOMPAS.com/Mei Leandha

Lama waktu kemacetan di Medan dalam setahun mencapai 42 jam dengan persentase 20 persen.

Persentase waktu pengendara yang terjebak dalam kemacetan mencapai 25 persen pada saat jam sibuk dan 23 persen di luar jam sibuk.

7. Pontianak

Ibu Kota Kalimantan Barat ini, menjadi satu-satunya kota di Pulau Kalimantan yang masuk dalam daftar 10 besar kota paling macet di Indonesia

Di kota yang dijuluki sebagai kota hantu perempuan berambut panjang ini, pengendara harus terjebak di kemacetan selama 40 jam atau 22 persen.

Pada saat jam sibuk, waktu pengendara yang habis di jalan ketika macet mencapai 24 persen. Sedangkan di luar jam sibuk, persentase waktu pengendara ketika macet 23 persen.

8. Surabaya

Merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, Ibu Kota Jawa Timur ini berada di posisi 8 dalam daftar kota termacet di Tanah Air.

 

Tol Surabaya - Mojokerto.
Tol Surabaya - Mojokerto. Jasa Marga

Berbagai pendorong ekonomi seperti industri kecil hingga yang besar dan sejumlah pembangunan properti, membuat Surabaya menjadi kota metropolitan dengan tingkat kemacetan 16 persen.

Lama waktu pengendara ketika macet mencapai 37 jam dalam setahun.

9. Semarang

Sebagai Ibu Kota Jawa Tengah, kota ini seringkali dilanda banjir akibat rob mengingat dataran rendahnya sangat sempit.

Banjir ini tidak jarang menyebabkan mobilisasi masyarakat terganggu karena macet di sejumlah ruas jalan utama.

Berbagai kegiatan bisnis juga mendorong tingkat kemacetan di Semarang mencapai 37 jam dalam setahun.

 

Banjir rob di Jalan Pantai Utara Kaligawe Semarang, Sabtu (25/4/2016)
Banjir rob di Jalan Pantai Utara Kaligawe Semarang, Sabtu (25/4/2016) Kontributor Semarang, Nazar Nurdin

Rata-rata, lama waktu yang dibutuhkan pengendara saat macet yaitu 17 persen. Pada jam sibuk persentase waktu berkendara meningkat menjadi 21 persen dan 19 persen di luar jam sibuk.

 

10. Denpasar

Kota dengan pendorong ekonomi utama di sektor pariwisata ini, harus menghadapi tantangan kemacetan setiap harinya.

Pengendara di Ibu Kota Provinsi Bali, harus bertahan terjebak di kemacetan selama 30 jam dalam setahun.

Sebagai hub pariwisata di Indonesia, Denpasar memiliki persentase kemacetan keseluruhan mencapai 15 persen.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander

Komentar